Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

PATOFISIOLOGI NUTRISI

PATOFISIOLOGI NUTRISI I.    DEFISIENSI GIZI Malnutrisi Energi Protein (MEP)             MEP disebut juga kekurangan energi protein (KEP) terjadi jika persediaan energi atau protein tidak mencukupi kebutuhan metabolisme tubuh, sehingga akhirnya menimbulkan gangguan pada proses fisiologik yang normal. Keadaan yang sering mengakibatkan terjadinya MEP, antara lain : -           asupan makanan yang tidak memadai -           peningkatan kebutuhan metabolik -           peningkatan kehilangan zat gizi. Klasifikasi dan Penilaian Malnutrisi Energi Protein : Klasifikasi MEP Primer ; asupan protein dan atau energi tidak memadai MEP sekunder ; karena penyakit yang mengganggu asupan atau penggunaan zat gizi atau penyakit yang meningkatkan kebutuhan zat gizi. (keganasan, malabsorbsi usus, radang usus besar, AIDS, GGK) Klasifikasi lain berupa pembagian berdasar berat ringannya PEM ; PEM ringan, sedang, berat. Penilaian Malnutrisi

PATOFISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER

PATOFISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER   1.      PATOFISIOLOGI Kelainan Arteri 1.a   Kelainan Bawaan -           Hipoplasia Aorta ascenden -           Atresia orifisium aorta -           Atresia mitralis -           Anomali lengkung aorta, misalnya : Koarktasio aorta dan duktus arteriosus paten. klinis ® sianosis berat dan meninggal dalam beberapa hari. 1.b   Radang -           Arteritis Akuta Infeksiosa peradangan infeksi bakteri. dinding melemah ® infiltrasi sel – sel peradangan & kuman.       -     Periarteritis Nodosa (Poliarteritis, Panarteritis)        -     Arteritis Lain yang khas : -           Arteritis Sifilitika (disebabkan kuman Sifilis) -           Rheumatoid Arteritis -           Arteritis Tuberculosa (disebabkan kuman M. tuberculosis) -           Penyakit Takayasu (Pulseless Disease) 1.c   Kelainan Degeneratif             sering dijumpai.